Friday, December 24, 2010

ingatan di akhir tahun..

di penghujung tahun ini
saya ingin merasakan rindu
yang sangat
pada siapapun...
mungkin juga kamu

waktu, angin, hujan yang berdesir
telah memburamkan catatan2 harian kita
yang sebagiannya hilang
dan sudah tak bisa disebut fakta
terhapus sabda tenggelam kubangan cerita lain
meski sejarah akan selalu ada

mereka bilang rindu itu tak pernah ada
meski hati yang saya bawa selalu sama!
apa kau masih belum percaya?

selamat tahun baru!

Thursday, December 23, 2010

belum ada - Rencana Tahun Baru

Sebenarnya jika kita ingin liburan dengan kedamaian dan ketenangan yang senyap maka liburan tahun baru bukanlah ide yang menarik. Lebih baik di rumah saja mengunci pintu rapat2 dan menarik selimut -karena di bulan desember cuaca biasanya dingin. Tapi bagi anda yang ingin sorak sorai, gegap gempita, hingar-bingar maka saat ini adalah waktu yang paling pas. Terlebih jika anda adalah seorang muda belia atau seseorang yang kesepian.
Tempat yang paling ramai dikunjungi tentulah Bali karena tempat ini memang tak pernah sepi, apalagi tahun baru. Pub, Cafe, Pantai adalah tempat paling nyentrik untuk dikunjungi. Ada kembang api, sebotol sampagne, wine atau cocktail, espresso atau mungkin secangkir kopi luwak akan menjadi hidangan yang pas untuk menghangatkan badan dan suasana. Di Lombok relatif sepi, walaupun tiap minggu anda akan menjumpai semua kafe dan pub penuh pengunjung. Apalagi di Tahun Baru. Bergeser ke utara sedikit anda akan menjumpai keriuhan di 3 gili (pulau kecil-pen)yang ramai dikunjungi wisatawan asing.
Sementara saya -karena belum ada rencana- akan tetap senyap di rumah. hehe..
Jika ingin merasakan alam dan bau tanah atau derak ranting atau suara rintik2 hujan di atas dedaunan maka pinggiran hutan yang diliuki sungai adalah tempat yang saya sukai. Dan saya kira sekarang adalah musim rambutan! jadi kloplah.. (tunggu liputannya)

Tuesday, September 30, 2008

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H

Mohon Maaf Lahir & bathin

Sekiranya tidak berlebihan jika kita harus membuang ego kita untuk mengemis maaf
pada sesama. Bukankah tidak ada yang luput dari salah? Tapi sebenarnya yang paling
utama adalah belajar sesuatu dari kesalahan yang telah kita perbuat agar kesalahan serupa tidak terulang dan kita segera berubah ke arah yang lebih baik.
Puasa 1 bulan yang telah lewat adalah ujian agar kita menjadi lebih baik, media olah spiritual yang akan membangkitkan hal2 positif dari dalam diri kita untuk kita aplikasikan pada 11 bulan berikutnya. Kita telah belajar bagaimana berdamai dengan nafsu kita yang terus saja menggrogoti pikiran, sikap dan prilaku kita. Semakin susutnya kadar nafsu akan berbanding terbalik dengan semakin membesarnya gairah spiritualitas kita.
Akhirnya segalanya harus kita serahkan kepadaNya, karena pasrah dan ikhlas dalam menjalankan hidup ini adalah kunci terbaik untuk mendapatkan kebahagiaan. Apakah ada puncak pencapaian tertinggi dari manusia selain kebahagiaan? tidak.
Untuk mencukupkan diri ada baiknya sedikit demi sedikit kita melepaskan diri dari hal2 yang material. Itulah tujuan puasa; beranjak dari material ke immaterial. Dari kebendaan ke spiritual. Kita ikhlaskan hak2 tubuh kita "dirampas", harta kita "dibagi" adalah jalan satu2nya untuk melepaskan diri dari belenggu kebendaan. Kalo hal ini bisa kita mengerti mudah2an kita menjadi lebih ringan berbagi dengan sesama dan tidak melulu mementingkan diri sendiri. Alangkah indahnya apabila kita tidak lagi mendengar ada saudara kita yang tewas terinjak2 hanya untuk mendapatkan sedekah yang tak seberapa, tidak ada lagi tetangga kita yang terpaksa makan nasi aking, tidak ada lagi generasi yang hilang karena gizi buruk, tidak ada lagi anak putus sekolah dan ngemis di jalanan.... Sejatinya puasa harus bisa membebaskan diri kita dan mereka yang membutuhkan. wallahualam bissawab