Wednesday, January 05, 2011
saya benar-benar sedang bergairah..
ia bagai angin
mengendusmu kapan saja
mencampakkanmu tanpa bisa kau tolak
tapi tak pernah benar-benar meninggalkanmu
ia pasti akan datang
tapi mungkin saat kau tak lagi menginginkannya
saya benar-benar sedang bergairah
dan ia seperti angin barat bulan desember tempo dulu
kencang dan menggetarkan
serupa urat dan akar akan tercerabut
dan saya benar-benar sedang tak menginginkannya
saya sudah tak peduli
lalu ia datang serupa ular yang membelitmu
kau taklukkan atau kau akan dilumatnya
tak butuh waktu lama, hanya sekejap
cukup membuatmu sesak
tapi aku ingin ia pergi jauh
karena aku benar-benar sedang bergairah
hanya ingin berdua saja dengan kata-kataku..
Merenda kenangan di air terjun "benang stokel"
Di pulau ini tersimpan begitu banyak panorama yang indah. Air terjun salah satunya. Mungkin ada 3-4 air terjun di sekitar lereng pegunungan rinjani yang tersebar di hampir semua kabupaten. Kabupaten Lombok tengah kebagian air terjun "benang stokel" yang tersembunyi jauh di pedalaman batu kliang. tepatnya di hutan desa...(lupa namanya).
Seperti kebanyakan air terjun, tempat ini dikelilingi kawasan hutan yang tak lagi perawan karena sudah bercampur baur dengan perkebunan milik penduduk setempat.
"benang stokel" murni berasal dari bahasa dan ejaan sasak lombok tengah yang kurang lebih artinya segulung benang pintal. Mungkin penduduk yang pertama menemukannya seperti melihat gulungan benang kapas putih berpilin-pilin jatuh ke kolam besar itu. Da memang benar demikian, walaupun sekarang airnya tak sebening dahulu kalanya tapi sejuk dan indahnya tetap adanya.
Tak ada penjagaan khusus di tempat ini dan pegunjung juga tidak usah membayar tiket masuk karena biaya yang dikenakan hanya untuk parkir kendaraan. Cuma Rp. 2000. dan anda bisa sepuasnya menghirup udara segarnya, bisa seenak mata memandang hijau dan panorama indah di sekelilingnya.
Dari tempat parkir kita hanya berjalan tak lebih dari 10 menit saja. Di sepanjang jalan banyak penjual aneka makanan dan minuman. Jadi gak usah khawatir jika tak membawa bekal. Dan harganyapun masih terbilang normal, padahal adanya di pinggiran hutan.
Kita hanya perlu menelusuri jalan berundak hingga sampai ke tangga yang menurun yang akan menghantarkan kita ke lembah yang kita tuju. Dari kejauhan tempat ini sangat elok. Air terjun di kejauhan, anak sungai yang membentang di kelilingi pepohonan hijau besar. Air itu terjun bebas dari ketinggian kurang lebih 30 meter. Dijamin anda akan berhenti berulang kali untuk berfoto ria. Jika sudah sampai anda akan tak sabaran untuk tak buru2 melepas baju karena udara dan airnya yang sejuk dingin.
Menikmati tempat ini dengan duduk-duduk saja sambil makan dan minum atau mandi sekalian sangatlah asik. Kita tidak sendiri. Ada banyak pengunjung ke tempat ini di akhir pekan, terutama muda-mudi. Tentu sangat pas dan romantis jika kita datang dengan pasangan. Tapi tidak ada juga tidak ada apa-apa karena banyak perempuan lajang muda yang datang bergerombol bersama teman2nya bisa kita "nikmati" hehe..
Ada beberapa bangunan di tempat ini yang dibuat untuk tempat bernaung, ganti baju, tempat makan dan sholat. Namun sayang tidak terawat sama sekali. Sampah juga masih ada dimana-mana mencemari lingkungan dan mata. Padahal jika dipoles sedikit saja tempat ini akan menjadi tempat yang sangat istimewa. Mungkin tak terjangkau lagi oleh kantungku jika dibangun semacam vila dengan view yang menakjubkan.
Hari telah beranjak senja dan hujan gerimis tak berhenti pertanda kami harus mengakhiri. Saya sudah puas melihat, mengelilingi dan mandi di tempat ini. Dan juga beberapa foto yang akan saya bagi.
Seperti kebanyakan air terjun, tempat ini dikelilingi kawasan hutan yang tak lagi perawan karena sudah bercampur baur dengan perkebunan milik penduduk setempat.
"benang stokel" murni berasal dari bahasa dan ejaan sasak lombok tengah yang kurang lebih artinya segulung benang pintal. Mungkin penduduk yang pertama menemukannya seperti melihat gulungan benang kapas putih berpilin-pilin jatuh ke kolam besar itu. Da memang benar demikian, walaupun sekarang airnya tak sebening dahulu kalanya tapi sejuk dan indahnya tetap adanya.
Tak ada penjagaan khusus di tempat ini dan pegunjung juga tidak usah membayar tiket masuk karena biaya yang dikenakan hanya untuk parkir kendaraan. Cuma Rp. 2000. dan anda bisa sepuasnya menghirup udara segarnya, bisa seenak mata memandang hijau dan panorama indah di sekelilingnya.
Dari tempat parkir kita hanya berjalan tak lebih dari 10 menit saja. Di sepanjang jalan banyak penjual aneka makanan dan minuman. Jadi gak usah khawatir jika tak membawa bekal. Dan harganyapun masih terbilang normal, padahal adanya di pinggiran hutan.
Kita hanya perlu menelusuri jalan berundak hingga sampai ke tangga yang menurun yang akan menghantarkan kita ke lembah yang kita tuju. Dari kejauhan tempat ini sangat elok. Air terjun di kejauhan, anak sungai yang membentang di kelilingi pepohonan hijau besar. Air itu terjun bebas dari ketinggian kurang lebih 30 meter. Dijamin anda akan berhenti berulang kali untuk berfoto ria. Jika sudah sampai anda akan tak sabaran untuk tak buru2 melepas baju karena udara dan airnya yang sejuk dingin.
Menikmati tempat ini dengan duduk-duduk saja sambil makan dan minum atau mandi sekalian sangatlah asik. Kita tidak sendiri. Ada banyak pengunjung ke tempat ini di akhir pekan, terutama muda-mudi. Tentu sangat pas dan romantis jika kita datang dengan pasangan. Tapi tidak ada juga tidak ada apa-apa karena banyak perempuan lajang muda yang datang bergerombol bersama teman2nya bisa kita "nikmati" hehe..
Ada beberapa bangunan di tempat ini yang dibuat untuk tempat bernaung, ganti baju, tempat makan dan sholat. Namun sayang tidak terawat sama sekali. Sampah juga masih ada dimana-mana mencemari lingkungan dan mata. Padahal jika dipoles sedikit saja tempat ini akan menjadi tempat yang sangat istimewa. Mungkin tak terjangkau lagi oleh kantungku jika dibangun semacam vila dengan view yang menakjubkan.
Hari telah beranjak senja dan hujan gerimis tak berhenti pertanda kami harus mengakhiri. Saya sudah puas melihat, mengelilingi dan mandi di tempat ini. Dan juga beberapa foto yang akan saya bagi.
Labels:
air terjun,
benang stokel,
indah,
lombok,
panorama,
wisata
cerita di awal musim
Harapan akan selalu di awal musim
seperti kepakan sayap pertama saat kau terbang
seperti langkah pertama saat kau meninggalkanku
harapan yang akan selalu kau jaga dan hitung satupersatu
kepakan sayap yang akan membawamu terbang sejauh yang kau inginkan
langkah yang akan membawamu kembali menemuiku
seperti janjimu.
Dan harapan itu akan selalu ada untukmu
karena ia adalah janji yang tak terperikan
keyakinan yang sudah merasuki semua jiwaku
meski sayapmu patah dan kau jatuh
meski kaki-kakimu tak sanggup berjalan
ia akan selalu ada karena ia adalah do'a terakhir kita
karena harapan adalah keajaiban dan rahasiaNya
sungguh, jika benar kau tak sampai di ketinggian itu
jika benar kau lumpuh dan tak sanggup lagi menggapai tujuanmu
teruslah tengadahkan kepalamu
jangan biarkan hatimu ternoda umpatan lirih mengutuk diri
biarkan jiwamu yang akan membawamu pergi
karena ia adalah ketinggian itu sendiri
tujuan yang selama ini kau cari
dan disanalah dengan gundahnya aku sedang menunggumu..
ruang server, 5 jan 2011
seperti kepakan sayap pertama saat kau terbang
seperti langkah pertama saat kau meninggalkanku
harapan yang akan selalu kau jaga dan hitung satupersatu
kepakan sayap yang akan membawamu terbang sejauh yang kau inginkan
langkah yang akan membawamu kembali menemuiku
seperti janjimu.
Dan harapan itu akan selalu ada untukmu
karena ia adalah janji yang tak terperikan
keyakinan yang sudah merasuki semua jiwaku
meski sayapmu patah dan kau jatuh
meski kaki-kakimu tak sanggup berjalan
ia akan selalu ada karena ia adalah do'a terakhir kita
karena harapan adalah keajaiban dan rahasiaNya
sungguh, jika benar kau tak sampai di ketinggian itu
jika benar kau lumpuh dan tak sanggup lagi menggapai tujuanmu
teruslah tengadahkan kepalamu
jangan biarkan hatimu ternoda umpatan lirih mengutuk diri
biarkan jiwamu yang akan membawamu pergi
karena ia adalah ketinggian itu sendiri
tujuan yang selama ini kau cari
dan disanalah dengan gundahnya aku sedang menunggumu..
ruang server, 5 jan 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)



